Validasi Bisnis Adalah Hal Penting Dalam Berbisnis

SBM Snapshot
SBM Snapshot

Validasi Bisnis Adalah Hal Penting Dalam Berbisnis. Sebelum aku coba membahas validasi bisnis, alangkah baiknya kita tahu dulu apa maksud atau arti validasi bisnis itu sendiri. Menurut aku (Nanya om google tapi belum dapat jawaban yang pas) jadi arti atau maksud dari validasi bisnis aku simpulkan seperti dibawah ini.

Validasi bisnis adalah riset pasar atau menganalisa calon pasar kita. Validasi bisnis ini yang akan didukung oleh data-data yang valid sehingga bisnis yang akan atau tengah ditekuni bener-bener tepat sasaran atau menjadi solusi bagi permasalah yang coba kita selesaikan. Jika bidang usaha atau bisnis yang kita tekuni tanpa melakukan validasi, ini bisa berakibat fatal karena solusi dari permasalahan bisa jadi tidak tepat sasaran.

Jumat, 24 maret 2017 aku melakukan Coaching dengan Ibu Viva dan Ibu Rini di Foodcourt Plaza Semanggi. Coaching ini adalah kelanjutan dari workshop SBM OIM ProIndonesia yang telah aku ikuti di Jogja waktu itu. Untuk lengkapnya bisa baca dipostingan yang sebelumnya atau klik yang ini dulu. Sebelum coaching aku dan temen-temen yang lain harus menandatanganin surat perjanjian atau kontrak keseriusan atau komitmen dalam mengikuti coaching selama delapan kali pertemuan. Rencananya coaching ini akan dilakukan setiap hari jumat di tempat yang sama dan di mulai pada jam 17:30 WIB.

Surat kontrak perjanjian coaching sudah diisi dan ditandatanganin, ibu Viva langsung membuka dan memulai coaching. Meskipun pada awalnya kami cuma bertiga, Aku om Mario dan Coach Viva. Selang tak seberapa lama datanglah satu peserta dan datang pula satu coach lagi yaitu coach Rini. Tadinya aku coaching sama coach Viva, setelah kedatangan coach Rini aku lebih banyak sharing bisnisnya dengan beliau.

Coaching SBM Jakarta
Coaching SBM Jakarta

Nah pas coaching sama Coach Rini, kita membahas SBM Snapshot. Snapshop sebenarnya dari awal berada di atas meja, tepatnya di hadapan coach Viva. Kemudian aku ambil dan ku sodorkan ke depan Coach Rini untuk disimak dan dikoreksi. Coach Rini dengan antusian pun menyambut sodoran snapshot itu. Coach Rini langsung membaca jawaban yang aku tuliskan di snapshot tersebut. Dengan pen yang ada ditangan kanan. Beliau mempertanyakan jawaban dari isi snapshot tersebut lalu beliau pun mencoret beberapa jawan yang menurut beliau masih kurang tepat. Misal di point satu “What is the problem?” salah satu jawaban aku Lapar. Dan beliau mempertanyakan “apakah dengan memberi tomyam bisa menjadi pilihan dari permasalahan lapar?” Aku jawab “tidak”. Kemudia coach Rini mempertanyakan lagi. “Nah kamu tuh harus tau dulu, apakah disekitar House Of Tomyam mereka memerlukan solusi yang kamu tawarkan?” lakukan validasi. Tutur beliau. Jawab demi jawabkan yang aku tulis, dibahas satu persatu, yang dirasa tidak sesui dicoret dan harus diperbaiki lagi sehingga lebih spesifik dan perlu pembuktian.

Setelah selesai mengupas habis point 1 yaitu “What is the problem?” dilanjut ke point ke 2 yaitu “Who has the problem?”. Di point yang ini sebenarnya tidak terlalu banyak revisi yang harus aku lakukan, cuma tetap saja aku harus melakukan validasi terlebih dahulu sehingga solusi yang coba aku berika tepat sasaran.

Waktu terasa berjalan begitu cepat. Waktu coaching yang sudah ditentukan dengan durasi 1 jam ternyata tidak cukup dan terasa sebentar banget. Terlihat para pengunjung foodcourt Plaza Senayan sudah mulai berkurang dan beberapa tenan sudah mulai mengemas-ngemas tempat mereka beraktifitas. Salah satu diantara kami memberi tahu kalau waktu sudah menunjukan jam setengah sepuluh lebih dan kami pun siap-siap berkemas untuk pulang dengan segudang PR yang harus dikerjakan dan harus dilaporkan dipertemuan kedua pada 24 maret di foodcourt Plaza Senayan juga.

MENTORING BISNIS PART #1 KS – KD

Mentoring Bisnis TDA

Mentoring bisnis part #1 KS – KD bersama temen-temen komunitas tangan di atas (TDA) Tangerang Raya akhirnya aku ikutin. Ini merupakan kegiatan yang aku idam-idamkan dari dulu tapi sayangnya aku baru kali ini terealisasikan. Kegiatan mentoring bisnis part #1 bertempat di Komuniti Cafe Tangerang City, hari minggu 19 maret 2017 dan di ikuti oleh 6 orang mentee, dan 2 mentor.

Mentoring bisnis part #1 KS – KD di TDA biasa dikenal dengan istilah Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Kegiatan KMB perdana ini kemaren lebih banyak perkenalan atau curhat permasalah yang dihadapi oleh para pelaku bisnis. Curhatan ini disimak oleh mentor dan temen-temen mentee.

Sebelum curhatan dimulai, Pak Syam selaku ketua TDA Tangerang yang bisnis baju renang Muslim membuka kegiatan KMB dan membacakan aturan dalam kegiatan KMB. Adapun aturan dalam kegiatan KMB yaitu 1. Menjaga rahasia, 2. Saling support, menghargai dan yang ke 3. Jangan berkolaborasi sesama anggota KMB dalam jangka waktu tertentu.

Di samping kiri uda syam, ada Pak Asyrof yang sudah berpengalaman dalam bisnis buah-buahan, kurma misalnya. Di sebelah kanan ada Uni Eva yang merupakan istri Uda Syam dan tidak ketinggalan juga yang ikut silaturahim ada Uda Dedy yang berbisnis rendang gading dan istrinya yaitu Ka Lidya yang merupakan owner Ardelle Market.

Setelah pembukaan disampaikan, para mentee diberikesempatan waktu curhat 10 menit. Diawali dari yang duduk paling ujung yaitu bang Rully, Bang Rully ini sebenarnya masih kerja sebagai teknisi di perusahaan penerbangan tapi beliau berencana pengin jadi pengusaha cemilan cepuluh. Setelah bang Rully selesai curhat dilanjut oleh bang Ucup. Yaaa kita manggilnya bang Ucup yang tengah menekuni bisnis penyewaan sepeda. Setelah bang Ucup selesai curhat, dilanjut temen yang duduk disebelah kirinnya yaitu Bang Kepo. Nama aslinya sebenarnya Ismet tapi karena Sop duren yang berada di Ciputat diberi brand KEPO, akhirnya kami memanggilnya bang Kepo. Dilanjut lagi Dosen Unpam yaitu Uda Firdaus yang tengah merintis bisnis “Baby Shop, Baby Prince”. Dan yang terakhir aku yang genap 2  tahun menekuni bisnis kuliner dengan menu utama Tomyam Kelapa dan Kwetiau Kungpao.

Akhirnya setelah para mentee selesai curhat semua, pak Syam ambil alih lagi. Pak Syam atau Uda Syam, menyampaikan yang intinya menanyakan KS (Kondisi Sekarang) => KD (Kondisi yang Diinginkan). Artinya kondisi bisnis kita itu sekarang gimana dan penginnya bisnis kita suatu saat nanti itu gimana. Nah untuk mewujunkan mimpi dari kondisi sekarang ke kondisi yang diinginkan, mungkin ada hambatan atau ada dimensi yang menjadi hambatan kita dalam menjalankan bisnis.

“How To” inilah yang diperlukan oleh para mentee agar keadaan yang diinginkan bisa bener-bener terwujud, sementara tugas mentorlah membimbing, mengarahkan dan ngasih motivasi kepada setiap mentee agar bisa menjalankan How to-nya.

Sebelum kegiatan kegiatan mentoring bisnis part #1 selesai, Uda Syam pun memberikan pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh setiap mentee. Dan PR ini akan dievaluasi pada pertemuan mentoring berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan di House Of Tomyam, Jombang, Ciputat.

Tomyam Kelapa Genap Dua Tahun

Tomyam Kelapa Saung Ibu
Tomyam Kelapa Saung Ibu

Tomyam kelapa genap dua tahun, tepat 18 maret 2017 usaha bisnis makanan tomyam kelapa memasuki tahun ke dua dalam dunia perkulineran di Indonesia khususnya daerah Bintaro, Ciputat, Ciledug dan sekitarnya. Jika usaha tomyam kelapa ini diibaratkan bayi kecil, usaha ini lagi imut-imutnya, lucu dan menggemaskan sekali. Pokoknya lagi menyenangkan tapi kadang mengesalkan sekali.

Tomyam kelapa pertama dibuka, masih teringat jelas banget yaitu pada hari rabu, 18 maret 2015. Dulu awalnya aku dibantu sama seorang teman yang aku kenal dari bang Asmo yaitu Dudung anak Lampung yang merupakan adik ipar kang Asmo. Seiring berjalannya waktu, aku dan dudung  ternyata kewalahan untuk menghendle kuliner tomyam kelapa dengan dua orang saja. Dan akhirnya memutuskan menambah bala bantuan. Diajaklah temen Dudung yang masih satu kampung yaitu Ajong

Dudung dan Ajong berada dan bersama aku kurang lebih satu tahunan. Entah apa alasan yang sebenarnya, mereka memutuskan keluar dari tomyam kelapa. Aku merasa kecewa, iya. Karena sudah cukup banyak apa yang aku bisa dan aku duplikasikan ke mereka. Tapi aku juga ga bisa berbuat banyak atau menahan mereka untuk tetap bertahan bersama aku.

House Of Tomyam

Selepas kepergian Dudung dan Ajong, beberapa kali juga aku bongkar pasang partner yang membantu usaha kuliner tomyam kelapa ini. Ada Ishak, bang Bodak, Imam, Yahya dan dua orang dari Pemalang yang tak bisa aku ingat namanya karena mereka cuma bisa bertahan di tomyam kelapa saung ibu tidak lebih dari setengah bulan. Lagi-lagi aku ga tau alasan pastinya kenapa mereka memutuskan balik kampung untuk selamanya. Untuk Ishak, bang Bodak, Imam dan Yahya mereka cukup lama bersama aku jadi bisa terus teringat nama-namanya dalam benakku.

Sekarang kuliner tomyam kelapa menginjak usia dua tahun dan aku sekarang dibantu oleh dua orang yaitu Rahmat dan Sigit. Rahmat dan Sigit ini direkomendasikan sama Yahya yang sudah keluar. Mereka berdua masih satu dusun di desa Bulaksari yang masuk dalam Kabupaten Cilacap.

Dua tahun sudah aku tekunin, aku lalui masa-masa yang masih sulit ini. Masih banyak yang belum aku ketahui terkait bisnis, terutama dikategori bisnis kuliner. Mimpi besarku tomyam kelapa menjadi sebuah rumah makan atau restoran yang ternama dan tersebar diberbagai kota di Indonesia. Mimpi besar itulah yang membuatku antusian untuk terus bertahan dengan usaha yang tengah aku tekunin ini. Keyakinan yang kuat akan kesuksesan yang akan aku raih, menjadi penyemangat dalam menekunin usaha ini.

Gerai Indosat Bintaro, Bikin Kecewa. 

​Kecewa?

Yasudah tentu. 

Bayangin saja. Aku ke galeri Indosat yang ada di #Bintaro sudah 3x. Pertama hari sabtu, 4/3/2017, kedua hari senin dan ketiga hari rabu. Pas sabtu dan senin emang aku ga konfirmasi dulu ke pihak #indosat.Browsing, nemu alamatnya (online), cari lagi (offline) dan ketemulah galeri indosat di sebrang jalan Bintaro Plaza. 

Udah sampai galeri bintaro ga taunya offline dan akhirnya memutuskan balik dan datang lagi hari senin. Karena aku fikir penangan sistem yang sedang offline ini cepat, dihari senin aku juga ga konfirmasi dulu. 

Perpegang dari pengalaman hari sabtu dan senin, aku datang lagi hari rabu tapi dihari rabu beda ama hari sebelumnya. Sebelum datang ke galeri #Indosat #bintaro, aku tanya-tanya dulu melalui akun twitter @indosatcare dan dibalas. Yang intinya ngasih tau kalau galeri indosat #bintaro sudah online. 

Tanpa pikir panjang, sekitar jam 11an aku langsung menuju ke lokasi. Sesampai lokasi aku tanya ama sang pelayan yang make kerudung merah.

Aku: Mba aku mau ngurus 4g, bisa? 

Mba: maaf, sistem masih offline pak.

Aku: Lah ini info yang aku dapat dari akun @indosatcare bahwa galeri indosat #bintaro sudah online. 

Mba: Ohh begitu…

Sang mba kerudung merah meninggalkan aku dan nyamperin aku lagi sambil nyodorin nomer antrian. 

Mba: Nih mas nomer antriannya, tunggu ya. 

Aku: Oke, trima kasih ka. 

Setelah dapat nomer antrian dari si mba itu, aku memutuskan duduk dikursi bundar berwarna merah yang berada di deket pengambilan nomer antrian. Ada tumpukan kertas tulis, browsur, dan perangkat alat tulis lainnya. 

Cukup lama aku duduk di situ, sambil ngantri. Keluar masuk pelanggan yang mau mendapatkan pelayanan dari galeri indosat. Tak banyak juga yang langsung ditolak secara ramah ama pelayan indosat. 

Penantian yang cukup lama, akhirnya dapat jua giliran nomer antrianku disebuti. Dan dengan sigap dan hati senang datang ke pelayan. 

Sesampai di meja pelayan ternyata pelayan bilang “pelayanan pengurusan kartu 4g lagi ga bisa pak, sistem masih offline” mendapat jawaban itu, langsung dah kecewa berat. 

Begitulah kurang lebihnya pengalaman aku ngurus perpindahalan layanan kartu IM3 Indosat dari 3G ke 4G dan sampai sekarang IM3ku masih 3G

Operational Profitability Di Smart Bisnis Maps #3

Operational profitability di workshop Smart Bisnis Maps (SBM) ProIndonesia, ini merupakan bagian ke tiga dari rangkain snaphop atau bagian terakhir. Pada postingan pertama Playing field dan Market Landscape. Di postingan ini aku coba rangkum apa yang aku dapatkan dan aku fahami dari workshop tersebut.

Oke sebelum panjang kali lebar merangkum, alangkah baiknya aku harus ngasih tau dulu pengertian dari Operational profitability dalam berbisnis. Jadi yang aku tangkap pengertian dari Operational profitability adalah keuntungan yang didapat dari bisnis kita, bagaimana cara meningkatkan keuntungan bisnis kita, bagaimana memenegemen biaya pengeluaran agar profit yang kita dapat lebih banyak atau bagaimana kita mengatur bisnis kita, bagai mana kita mengatur agar bisnis kita terus berkesinambungan dan bisa berlangsung sampai jangka panjang.

9. How can you increase your revenueMenaikan omzet atau pendapatan tidaklah semudah membalikan telapak tangan tapi tak jua sulit jika tau strategi-strategi yang tepat dengan usaha kita. Terkadang kenaikan omzet juga tidak sebanding lurus dengan kenaikan profit, dikarenakan biaya yang dikeluarkan dalam strategi tersebut.

Untuk menaikan revenue ada dua strategi yang dapat digunakan yaitu Vertical Strategy dan Horisontal Strategy. Vertical Strategy dan Horisontal Strategy itu apa? Itulah yang pertama terlintas di benaku ketika mendengar paparan dalam workshop OIM Proindonesia. Contoh sederhana Vertical Strategy dalam menaikan revenue yaitu dengan cara memberikan hadiah, kupon, diskon atau apa saja yang bisa menjadikan pelanggan lama mau beli lagi atau membeli berkelipatan. Sementara Horisontal Strategy yaitu penambahan pasar baru atau autlet. Contohnya banyak dilakukan oleh indomart atau alfamart. Kedua perusaan ini sering sekali menggunakan Horisontal strategy sehingga kedua perusahaan ini ada dimana-mana hingga pelosok desa. Pada intinya profit yang didapat pada bisnis atau usaha kita naik. Jangan sampai cost lebih besar daripada omset.

10. How can you manage your cost? Pada point 9 di atas  menekankan strategi menaikkan revenue dalam bisnis kita. Tidak bisa dipungkiri, dalam menaikan revenue akan membutuhkan biaya. Nah disini pentingnya mengatur pengeluaran tersebut agar bisa ditekan sekecil mungkin dan pemasukan bisa dinaikkan setinggi mungkin sehingga profit yang didapat bisa lebih banyak. Bukan sebaliknya cost lebih besar daripada revenue.

Bukan suatu rahasia lagi bahwa cash adalah raja atau bisa dibilang uang kes adalah aliran darah kita dalam berbisnis. Maka dari itu, kita harus bener-bener bisa mengatur cashflow baik itu variable cost atau fix cost

11. What is your core resources? Setiap bidang usaha memiliki bagian inti atau core yang berbeda-beda. Bisa dari bahan baku, bisa dari sumber daya manusia (pekerja), bisa dari peralatan (mesin) dan lain-lain. Yang intinya jika salah satu bagian inti tersebut tidak dapat dipenuhi maka usaha yang kita jalani akan mati suri atau malah bisa jadi mati untuk selama-lamanya. Meskipun pada kenyataannya semua saling berkaitan satu sama lain.

12. How do you develop your team? di point terakhir ini adalah team. Bagaimana seorang manager bisa mengatur sebuah team agar bisnis atau usaha yang tengah dijalankan bisa berjalan seperti yang diharapkan. Suatu usaha yang sudah bersekala besar, suatu team work adalah kewajiban yang harus ada dan diberjalan dengan baik. Untuk memenej suatu team work bisa dengan adanya job description yang jelas, key activities dan standar operationg procedure.

Inilah dua belas point fundamental dalam berbisnis atau usaha yang harus diterapkan jika usaha atau bisnis yang kita jalankan siap naik kelas dan bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

 Salam naik kelas dan sukses bersama

Market Landscape, Stategi Bisnis Di Smart Bisnis Map

Setelah kemaren nulis Plying field sekarang di postingan ini aku coba nulis Market Landscape. Ini hasil dari ikutan workshop OIM Proindonesia. Buat kamu yang belum mbaca tulisan aku yang sebelumnya, sebaiknya baca dulu Playing field, Ilmu Dasar Bisnis Di Smart Bisnis Map Part #1 karena kalau belum mbaca postingan sebelumnya akan bingung sendiri. Hehehe

Oke sebelum kita lanjut ke point-point yang ada di Market Landscape, kita harus tau dulu pengertia dari Market Lanscape itu sendiri. Market Landscape adalah strategi yang digunakan ketika di lapangan atau pendukung Playing Field. Gampangannya begini Playing Field = Medan perang sementara Market Landscape = Strategi perang.

Dalam Flaying Field ada 5 point dasar dalam berbisnis, sementara di Market landscape ada empat point penting dalam berbisnis, yaitu Why do people choose you, How do you sell your product, How do you keep customers dan How can you increase your revenue.

Oke kali ini aku coba melanjutkan, merangkum apa yang aku dapat dalam workshop OIM Proindonesia. Karena aku meyakini apa yang aku dapatkan, aku tulis, aku bagikan, itu akan terikat dalam ingatan. Syukur-syukur bermanfaat juga untuk orang lain.

Seperti yang dituliskan di atas, Market landscape merupakan faktor penting yang memiliki empat point penting yaitu Why do people choose you, How do you sell your product, How do you keep customers dan How can you increase your revenue. Aku bahas satu persatu:

  1. minuman-kemasan
    Pilihan Minuman

    Why do people choose you? Bisnis itu coba memberikan solusi dari permasalahan yang ada, tapi tidak semua solusi cocok dengan orang yang membutuhkan permasalahan tersebut. Misal Tomyam kelapa adalah solusi buat orang yang lapar tapi bisa jadi tomyam kelapa itu bukan solusi utama buat mereka yang lapar. Kenapa buka solusi utama? karena ada beberapa faktor yang mempengaruhiContoh sederhananya  lagi, ketika kita haus dan melihat banyak pilihan minuman. Mana yang akan kamu pilih? Pilihan kamu itulah Unique Selling Proposisition atau karakter dari produk yang kita tawarkan, sehingga ini jelas dan kuat alasan orang memilih produk atau solusi yang kita tawarkan itu apa. Jika Unique Selling Proposisition tidak dimiliki oleh produk kita maka kita akan kalah oleh kompetitor.

  2. How do you sell your product?  Pada point ini kita dituntut untuk bisa menentukan strategi pemasaran yang akan dilakukan guna tercapainya penjuaan-penjualan yang terus meningkat. Misal strategi memainkah harga tapi ini sangat tidak dianjurkan menurut pemaparan coach di workshop OIM Proindanesia. 
  3. How do you keep customers? Customer adalah bagian dari kita, tidak adanya customer bisnis kita tidak akan berjalan. Jadi sebagai pelaku bisnis atau usaha, kita harus bener-bener bisa mengenali pelanggan, bisa menjaga hubungan baik. Bener kata “pepatas, tak kenal maka tak sayang”. Dalam bisnis kita juga harus mengenali sehingga akan terjalin rasa sayang. Nah untuk menjaga customers tidak pindah kehati kompetitor maka kita wajib menjaganya dengan cara memberi hadia, ngadain pertemuan atau gathering atau perhatian apa aja yang menjadikan keberadaan mereka diakui oleh kita.
  4. How can you increase your revenue? Menaikan omzet tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu strategi-strategi yang jitu sehingga ketika omzetnya naik tinggi profitnya juga tinggi. Terkadang banyak sekali pelaku bisnis yang perang harga demi mendapatkan omzet yang banyak tapi pada akhirnya akan tumbang satu persatu karena profitnya tidak berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkannya. Menaikam omzet atau pendapatan, banyak cara yang bisa digunakan misal menciptakan produk baru, memberikan promosi kepada pelanggan lama biar bisa beli lagi dan beli lagi pada kita. Contoh sederhana ini yang dinakaman Vertical Strategy atau tambah nilai pembelian. Selain menggunakan vertical strategy, untuk menaikan omzet, kita juga bisa menggunakan Horizontal Strategy. Contoh sederhana horizontal strategy  adalah mebuka cabang baru atau mencari tempat atau pasar baru yang lebih potensial. Kita juga bisa lihat horizontal strategy sering digunakan oleh indomart dan pesainnya alfamart. Kedua outlet ini bersaing ketat dan menjamur sampai kepelosok desa. 

Playing field, Ilmu Dasar Bisnis Di Smart Bisnis Map Part #1

dasar-dasar-bisnis
SBM Board OIM ProIndonesia

Playing field, Ilmu Dasar Bisnis Di Smart Bisnis Map. Dulu ketika aku masih jadi karyawan di salah satu perusahaan jasa pengiriman barang, bisnis menurutku tuh mudah saja. Eh ga taunya setelah keluar dari perusahaan pengiriman barang dan menjalanin bisnis, ternyata eh ternyata susaaah sekali. Kenapa susah? Jawabannya jelas karena belum tau caranya.

Maka dari itu, aku sangat pengin tau caranya menjalankan bisnis. salah satunya mengikuti workshop OIM Proindonesia yang telah aku ikutin di Jogja 18-19 Februari 2017 di UC Hotel UGM. Setelah mengikuti workshop OIM Proindonesia aku bener-bener terbuka arah dan tujuan kemana dan dimana aku harus menjalankan bisnis yang aku tengah tekuni ini. Untuk mengenal bisnis yang aku tekuni ini, aku harus tahu dulu fundamental dalam berbisnis. Dalam modul workshop OIM Proindonesia, ada 12 pertanyaan yang harus aku jawab terlebih dahulu, sehingga aku bisa tau bisnis aku dimana, mau kemana, untuk siapa, apa keunikan dan beberapa pertanyaan lainnya.

Dalam postingan sebelumnya sudah aku tulis sedikit fundamental dari bisnis itu yaitu Playing field, Market landscape dan Operational profitability. Di postingan ini aku akan coba jelaskan Plying field terlebih dahulu.

Playing Field adaaalaaahhh gampangannya yaaaa medan bisnis kita atau tempat bisnis kita atauu area bisnis kita atau masalah apa yang akan kita coba pecahkan di area yang kita tuju dalam berbisnis. Karena esensi bisnis itu memecahkan atau memberi solusi permasalah yang ada tapi solusi itu menguntungkan.

Oke, dalam Playing Field ada lima point yang harus diketahui dan dijawab, sehingga bisnis kita atau permasalahan yang kita coba selesaikan sesui dengan yang kita harapan:

  1. What is the problem? (Apa masalahnya?) Kita itu harus tau masalah apa yang akan coba kita kasih solusinya. Misal, lapar, haus, ngantuk dan lain-lain. Ini adalah masalah atau kebutuhan yang harus terpenuhi, jika tidak terpenuhi makan jadilah masalah. Di sinilah dibutuhkan solusi. Solusi lapar ya makan, solusi haus yang minum, solusi ngantuk ya ngopi atau tidur aja sekalian, pasti akan hilang masalahnya. Tetapi apakah solusi yang kita berikan itu sesui dan pas dengan yang mempunyai masalah tersebut? Misalnya lagi nih , Tomyam Kelapa adalah solusi orang lapar tapi belum tentu orang mau diberi atau membeli tomyam kelapa karena berbagai alasan.
  2. Who Has The Problem? (Siapa yang punya masalah), artinya kita bisa kaji yang punya masalah itu siapa, umurnya berapa, tinggalnya di mana, minatnya yang gimana, prilakunya gimana dan aspek-aspek lain dari yang punya masalah tersebut. Misal jualan tomyam kelapa di desa yang tertinggal (maaf). Ini jelas ga pas, yang ada malah jadi tontonan saja.
  3. What Is The Solution artinya solusi yang akan kita berikan. Misal masih tomyam kelapa biar gambarannya mudah satu kasus. Tomyam Kelapa adalah solusi buat orang yang lapar. Tapi tidak semua orang yang lapar dikasih solusi tomyam kelapa karena tomyam kelapa pasnya untuk orang yang didaerah perkotaan, usianya antara 23 – 45, penyuka makanan Thailand, Makanan asam, pedas dan unsur-unsur lainnya.
  4. How Big The Market. Di point How big the market adalah berkaitan dengan pangsa pasar kita, yang artinya potensi pasar produk yang kita miliki. Misal pasar yang akan kita geluti sudah ada kompetitor yang bermain apa belum?. jika sudah ada berapa besar persentase peluang market kita di area tersebut. 

Itulah lima point yang ada di Playing Field yang harus dijawab dan diperhatikan sebelum kita menjalankan bisnis atau suatu bidang usaha. Atau kita yang sudah menjalankan bisnis atau bidang usaha tetapi ternyata belum memperhatikan faktor-faktor dasar dalam suatu bisnis. Maka kita harus bener-bener setting ulang bisnis kita biar bisnis atau usaha kita sesui dengan yang kita harapkan.

Salam Naik Kelas Dan Sukses Bersama